News !

Selasa, 29 Mei 2012

PERKEMBANGAN NEGARA JERMAN DAN ITALI SETELAH PERANG DUNIA I



PERKEMBANGAN NEGARA JERMAN DAN ITALI  SETELAH
PERANG DUNIA I

MAKALAH

Disusun guna memenuhi tugas mata Kuliah Sejarah Eropa 2


Oleh
Fadilah Fatmawati
NIM 100210302053



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011






KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga makalah “Sejarah Eropa 2” ini dapat saya selesaikan. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan waktu, tenaga, dan kemampuan yang ada sehingga kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca terutama bagi penulis sendiri sebagai salah satu upaya perbaikan dalam proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.


Jember , 24 November 2011


Penulis






BAB 1. PENDAHULUAN

A.1      Latar Belakang


Sejarah Negara Italian dan Jerman secara diplomatis dimulai pada perang dunia I. Perang dunia 1 adalah perang besar yang terjadi yang berpusat di Eropa dari periode musim panas 1914 sampai dengan November 1918 antara pihak Triple Entente (Sekutu) dengan pihak Triple Alliance (Central Powers) yang melibatkan lebih dari 70 juta personil militer (60 juta dari Eropa). Korbannya mencapai 9 juta personil militer yang sebagian besar diakibatkan kemajuan besar dalam teknologi persenjataan. Ini adalah konflik yang paling banyak memakan korban jiwa no. 2 dalam sejarah barat.

Setelah Perang Dunia 1 berakhir, muncullah beberapa bangsa yang tidak menyukai demokrasi liberal. Mereka anti demokrasi, dan menonjolkan kepentingan negara diatas segala-galanya. Demi kepentingan negara, bila perlu kepentingan perseorangan harus dikorbankan. Faham yang menonjolkan kepentingan negara dan tidak menghargai kepentingan perseorangan disebut fasisme.

1.2  Rumusan Masalah
A.    Bagaimana perkembangan negara jerman dan itali  setelah perang dunia I ?


1.3  TUJUAN
B.     Untuk mengetahui perkembangan negara jerman dan itali  setelah perang dunia I.

 

 




BAB 2. PEMBAHASAN
Perkembangan Negara Jerman Dan Itali  Setelah Perang Dunia I

I

talia dibawah kekuasaan Musolini, merupakan salah satu negara eropa yang tergabung dalam persekutuan dengan Jerman. Peran Italia di masa perang, lebih dikenal dengan kisah pendudukannya di benua Afrika, terutama di negara yang kini sedang bergolak : Libya. Dan entah kebetulan atau memang sengaja, Jerman dan Italia sama-sama mempunyai wilayah jajahan di Afrika.

Sejarah Negara Italian dan Jerman secara diplomatis dimulai pada perang dunia I. Perang dunia 1 adalah perang besar yang terjadi yang berpusat di Eropa dari periode musim panas 1914 sampai dengan November 1918 antara pihak Triple Entente (Sekutu) dengan pihak Triple Alliance (Central Powers) yang melibatkan lebih dari 70 juta personil militer (60 juta dari Eropa). Korbannya mencapai 9 juta personil militer yang sebagian besar diakibatkan kemajuan besar dalam teknologi persenjataan. Ini adalah konflik yang paling banyak memakan korban jiwa no. 2 dalam sejarah barat.

Triple Alliance adalah persekutuan militer antara Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria dan Kerajaan Italia yang dimulai dari tahun 1882 hingga dimulainya Perang Dunia I. Setiap anggota menjanjikan dukungan apabila diserang oleh 2 negara Great Powers (Inggris, Perancis, Kekaisaran Rusia) atau untuk pihak Jerman dan Italia apabila mereka diserang oleh Perancis. Khusus untuk pihak Italia, mereka menyatakan tidak dalam posisi untuk memusuhi Inggris dan Irlandia. Setelah memperbaharui persekutuan militer pada Juni 1902, secara rahasia pihak Italia juga memaklumkan hal tersebut ke pihak Perancis.

Ketika Jerman dan Austria-Hongaria sudah kondisi perang pada Agustus 1914 dengan Triple Entente (Inggris, Perancis dan Rusia), Italia menyatakan dukungannya pada Central Powers, tetapi tidak terjun dalam peperangan karena Triple Alliance adalah aliansi defensive, sedangkan pihak Central Powers dalam posisi offensive. Kemudian Italia terjun dalam peperangan di pihak Triple Entente menghadapi pihak Austria-Hongaria pada Mei 1915 dan Jerman pada Agustus 1916 dengan imbalan dijanjikan daerah oleh Inggris dan Perancis dalam Treaty of London yaitu daerah Austria-Hongaria yang berbahasa Italia dan daerah di Asia minor, Balkan dan Afrika. Mulai saat inilah italia dan jerman mempunyai visi yang sama dalam menggalang kekuatan bersama sebagai aliansi kekuatan didunia.

Setelah Perang Dunia 1 berakhir, muncullah beberapa bangsa yang tidak menyukai demokrasi liberal. Mereka anti demokrasi, dan menonjolkan kepentingan negara diatas segala-galanya. Demi kepentingan negara, bila perlu kepentingan perseorangan harus dikorbankan.

Faham yang menonjolkan kepentingan negara dan tidak menghargai kepentingan perseorangan disebut fasisme. Fasisme menyebabkan lahirnya negara-negara fasis, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Menonjolkan kepentingan negara dan mengabaikan kepentingan perseorangan.

b. Memiliki rasa kebangsaan (nasionalisme) yang berlebih-lebihan, dan merendahkan bangsa-bangsa lain.

c. Mendewakan penguasa tunggal (diktator).

d. Antidemokrasi.



Negara-negara fasis yang lahir di akhir perang Dunia I yakni menjelang Perang Dunia II adalah sebagai berikut :

a. Jerman di bawah pemerintahan Hitler.

Fasisme di Jerman disebut Nasional Sosialisatau Naziisme. Orang-orang yang beraliran fasis mendirikan Partai Nazi di bawah pimpinan Adolf Hitler. Pada tahun 1933 Partai Nazi berkuasa di Jerman, dan Hitler menjadi perdana menteri. Setahun kemudian, Presiden Hindenburg meninggal dunia. Kemudian jabatan presiden dirangkap oleh Hitler. Dalam memegang pemerintahan, Hitler berkuasa mutlak sebagai diktator.

Tindakan-tindakan Hitler membahayakan dunia.

1) Membentuk polisi rahasia yang dinamakanGestapo. Gestapo menindas lawan-lawan politik Hitler dengan kejam.

2) Mengobarkan rasa kebangsaan yang berlebih-lebihan (chouvinisme) kepada rakyatnya. Kepada rakyatnya Hitler mengatakan bahwa bangsa Jerman adalah bangsa tertinggi di dunia yang ditakdirkan untuk memerintah bangsa-bangsa lain.

3) Mengingkari perjanjian Versailles.

4) Bercita-cita menguasai seluruh Eropa. Untuk itu, Jerman dijadikan negara militer yang kuat.



b. Italia di Bawah Pemerintahan Mussolini.

Dalam Perang Dunia 1 Italia termasuk negara pemenang. Namun keadaan dalam negeri hancur. Kemelaratan dan pengangguran meraja-lela. Dalam keadaan demikian, muncullah Partai Fasis yang dipimpin oleh Benito Mussolini. Pada tahun 1922 Mussolini memegang kekuasaan sebagai diktator. Cita-citanya membentuk Italia Raya. Seperti Hitler, Mussolini pun melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan perdamaian dunia.

1) Merebut Abessinia (Ethiopia).

2) Merebut Albania.

3) Membantu pemerintahan Jenderan Franco di Spanyol.



c. Jepang di Bawah Pemerintahan Kaisar Hirohito.

Jepang adalah satu-satunya negara Asia yang mengalami kemajuan pesat dan mampu menandingi negara-negara Eropa. Industrinya maju dan hasil industrinya melimpah. Untuk kepentingan industrinya, Jepang membutuhkan bahan mentah dan sumber energi (minyak bumi). Sementara itu laju pertumbuhan penduduk Jepang sangat pesat. Oleh karena itu, Jepang mengalami kesulitan di bidang kependudukan. Untuk kepentingan industrinya dan memindahkan penduduknya, Kaisar Hirohito melaksanakan politik ekspansi (perluasan daerah). Negara-negara lain diincar oleh Jepang. Jepang bercita-cita memimpin Asia Timur Raya. Maka Jepang pun melakukan tindakan-tindakan yang mengancam perdamaian dunia, yakni menyerang Korea, Mandsyuria, dan Cina. Ketika Kaisar Hirohito didampingi oleh perdana menteri Jenderal Tojo, maka Jepang menjadi negara militer.

Ketiga negara fasis itu (Jerman, Italia, Jepang) membentuk persekutuan yang disebut Poros Berlin-Roma-Tokyo (Blok As). Untuk mengimbangi tindakan-tindakan negara-negara fasis itu, negara-negara yang menganut faham demokrasi liberal (Inggris, Perancis, Belanda, Amerika Serikat) pun membentuk persekutuan (Blok Sekutu).

Dari persekutuan antara tiga negara tersebut dan utamanya italian dan jerman memberi dampak yang besar pada sejarah kedua negara. Setelah berakhirnya perang dunia 2 jerman berubah menjadi negara demokratis sejalan dengan runtuhnya nazi begitu pula dengan italia.






BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan


Sejarah Negara Italian dan Jerman secara diplomatis dimulai pada perang dunia I. Perang dunia 1 adalah perang besar yang terjadi yang berpusat di Eropa dari periode musim panas 1914 sampai dengan November 1918 antara pihak Triple Entente (Sekutu) dengan pihak Triple Alliance (Central Powers) yang melibatkan lebih dari 70 juta personil militer (60 juta dari Eropa).

Setelah Perang Dunia 1 berakhir, muncullah beberapa bangsa yang tidak menyukai demokrasi liberal. Mereka anti demokrasi, dan menonjolkan kepentingan negara diatas segala-galanya. Demi kepentingan negara, bila perlu kepentingan perseorangan harus dikorbankan.

Faham yang menonjolkan kepentingan negara dan tidak menghargai kepentingan perseorangan disebut fasisme. Fasisme menyebabkan lahirnya negara-negara fasis, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

e. Menonjolkan kepentingan negara dan mengabaikan kepentingan perseorangan.

f. Memiliki rasa kebangsaan (nasionalisme) yang berlebih-lebihan, dan merendahkan bangsa-bangsa lain.

g. Mendewakan penguasa tunggal (diktator).

h. Antidemokrasi.




DAFTAR PUSTAKA

http://warok.web.id/lahirnya-nasionalisme-eropa/, [diakses pada 20 November 2011]

0 komentar:

Poskan Komentar