News !

Selasa, 29 Mei 2012

SEJARAH REVOLUSI PERANCIS



SEJARAH REVOLUSI  PERANCIS


MAKALAH

Disusun guna memenuhi tugas mata Kuliah Sejarah Eropa 2

Oleh
Fadilah Fatmawati
NIM 100210302053


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011



KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga makalah “Sejarah Eropa 2” ini dapat saya selesaikan. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan waktu, tenaga, dan kemampuan yang ada sehingga kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca terutama bagi penulis sendiri sebagai salah satu upaya perbaikan dalam proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.


Jember , 01 November 2011
Penulis








BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perjalanan kehidupan masyarakat dunia dari masa lampau hingga masa kini pada hakikatnya telah mewariskan berbagai peristiwa.Semua peristiwa-peristiwa tersebut diupayakan untuk terus digali,disusun dan ditulis kembali fakta-fakta nya agar menjadi suatu catatan yang berharga dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peristiwa Revolusi Perancis yang dibahas dalam makalah ini memiliki makna yang penting dalam kehidupan bernegara karena memiliki muatan ideologi-ideologi dunia mengenai kebebasan berpikir dan pengakuan terhadap HAM yang terkandung didalamnya.
Sebagai sebuah konsep,makalah yang berjudul “Sejarah Revolusi Perancis”ini dikategorikan sebagai sejarah Eropa karena terjadi dalam ruang lingkup wilayah tertentu di benua Eropa.Oleh karena itu,kita sebagai negara yang menyadari hakekat dari sejarah gemilang suatu bangsa,hendaknya dapat menjadikan inspirasi dari kebebasan yang merupakan semangat dari kedua revolusi tersebut menjadi suatu motivasi dalam mencapai tujuan dalam hidup yang berbangsa dan bernegara sesuai Pancasila dan UUD 1945.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa Revolusi Perancis itu?
2.      Bagaimana Keadaan Eropa sebelum Revolusi?
3.      Apa penyebab terjadinya revolusi Perancis?
4.      Apa dampak revolusi perancis?


1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian revolusi perancis.
2.      Untuk mengetahui Keadaan Eropa sebelum Revolusi.
3.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya revolusi Perancis.
4.      Untuk mengetahui dampak revolu perancis.



  

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Revolusi Perancis

Revolusi Perancis adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 di mana golongan demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.
Meski Perancis kemudian akan berganti sistem antara republik, kekaisaran, dan monarki selama 75 tahun setelah Republik Pertama Perancis jatuh dalam kudeta yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, revolusi ini dengan jelas mengakhiri ancien regime (Rezim Lama; merujuk kepada kekuasaan dinasti seperti Valois dan Bourbon) dan menjadi lebih penting daripada revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Perancis.

2.2  Keadaan Eropa sebelum Revolusi
            Pada abad ke 17, Niccolo Macchiavelli dalam bukunya,Il Principe  meletakkan landasan-landasan monarki absolute yang kemudian mempengaruhi raja-raja di Eropa untuk membentuk kekuasaan yang mutlak. Buku Il Principe itu sendiri menjelaskan bahwa kekuasaan raja tak terbatas terhadap segala sesuatu yang mencakup negara,harta dan rakyat yang ada di wilayahnya kekuasaannya.
            Berikut keadaan kerajaan-kerajaan Eropa pada masa itu;

a.Kaisar Frederick II (1740-1786) dari Prusia
            Ia becita-cita menjadikan Prusia sebagai negara terkuat di Jerman dengan menjalankan Politik Druch Blut Und Eisen (Darah Dan Besi),lalu membangun industri secara besar-besaran dengan sistem militer yang kuat.

b.Tsar Peter Yang Agung (1689-1727) dari Rusia
            Ia mendatangkan teknisi-teknisi handal dari luar negeri untukk membangun industi dan armada perangnya dalam rangka menjalankan Politik Air Hangat terhadap Turki.Ia juga dikenal sebagai pendiri kota St.Peterburg.

c.Raja Charles I (1625-1649) dari Inggris
            Terjadi pertentangan antara kaum Parlemen dengan Raja yang menyulut Perang Saudara dengan kronologis sebagai berikut:
·        Perang Parlemen (Oliver Cromwell) melawan Raja Charles I (1642-1649)
·        Cromwell menang dan Raja Charles I dihukum mati.
·        Monarki dibubarkan dan Inggris menjadi Republik
·        Cromwell menjadi kepala negara dengan gelar Lord Protectorat.
·        Cromwell meninggal,terjadi pemberontakan kaum royalis lalu kerajaan di pulihkan,charles II naik tahta.
·                       Kekuasaan parlemen semakin kuat dengan memaksa penandatanganan Bills Of Right (1689),yaitu piagam pengakuan  HAM dan pembatasan kekuasaan raja.

2.2.1 Praktek Absolutisme di Prancis
Ø  Di mulai pada masa Cardinal Richeliu dari golongan gereja (1642-1643) yang menjadi Perdana Menteri pada masa Louis XIII (1610-1643)
Ø  Dilanjutkan oleh Cardinal Mazarin (1643-1661)
Ø  Metode perdagangan merkantilisme yang dipelopori oleh Jean Baptist Colbert  menjadikan Prancis makmur sehingga mampu membangun kekuatan militer yang kuat.
Ø  Lalu pada masa Louis XIV dilakukan beberapa tindakan yang mengarah pada pembentukan Negara yang absolute
1.      Mengalahkan kaum Huguenots (Protestan Prancis)
2.      Membubarkan dan menghapus sistem Parlemen

            Louis XIV berhasil menjadikan Prancis sebagai monarki absolut yang paling berhasil di Eropa dengan ciri-ciri:
1.Memerintah tanpa Undang-Undang
2.Memerintah tanpa Dewan Legislatif
3.Memerintah tanpa kepastian hukum
4.Memerintah tanpa anggaran belanja
5.Memerintah tanpa di batasi hukum
            Louis XIV menunjukkan bahwa seolah-olah kekuasaan raja berasal dari Tuhan (Les droit divin) sehingga tidak dapat diganggu gugat.Ia terkenal dengan semboyannya Le etate c’es moi (Negara adalah saya).

2.2.2 Penentang Absolutisme
            Tindakan raja,kaum bangsawan dan kaum gereja yang semena-mena membuat rakyat menderita sehingga menimbulkan pemikir-pemikir yang mempunyai gagasan yang menentang absolutisme.

1.      John Locke (1632-1704)
Menganjurkan dibentuknya sebuah konstitusi dengan menjadikan HAM sebagai prioritas,pemikiran ini kemudian menjadi landasan konstitusi kemedekaan Amerika Serikat.
2.      
Montesquieu (1689-1755)
Dalam bukunya L'Esprit de Lois (The Spirits Of Law) ia menyebutkan bahwa negara ideal adalah negara yang menjalankan pemisahan kekuasaan yang dikenal dengan Trias Politica.

3.      Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Mengemukakan Teori du Contract Social (Perjanjian Masyarakat)dimana disebutkan bahwa manusia memiliki kesamaan derajat dan kemerdekaan berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Pemikir-pemikir ini mempengaruhi pola pikir golongan-golongan yang tertindas oleh kaum borjuis yang nantinya akan melahirkan Revolusi Perancis.

2.3 Sebab-sebab terjadinya Revolusi
            Banyak faktor yang menyebabkan Revolusi Perancisi. Salah satu di antaranya adalah karena sikap orde lama yang terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah. Penyebab lainnya adalah karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh Ide Pencerahan (Aufklarung) dari kaum terpelajar, kaum petani, para buruh, dan individu dari semua kelas yang merasa disakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badan legislatif, kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.

2.3.1        Sebab Khusus
1.                           Dalam Perang Kemedekaan Amerika Serikat (1780),Prancis yang merupakan musuh bebuyutan dari Inggris mengirimkan pasukan untuk membantu Amerika di bawah pimpinan Jenderal Marquis de Lafayette,sekembalinya dari Amerika,tentara-tentara tersebut membawa pengaruh euphoria kebebasan di Prancis.
2.                             Pemborosan uang negara untuk mengadakan pesta-pesta mewah di Istana Versailles oleh Permaisuri Marie Antoinette sehingga ia sering dijuluki Madame Deficit.

2.3.2  Sebab Umum
1.                          Utang negara menumpuk sehingga untuk membayar utang tersebut,rakyat di bebani pajak yang sangat tinggi.  Kerugian karena kalah dalam “Perang Tujuh Tahun” terhadap Inggris.
3.                      Raja bertindak sewenang-wenang karena dapat melakukan penangkapan tanpa pengadilan terhadap siapa saja yang dicurigai.
4.        Rakyat wajib membayar tunjangan kepada Kaum Gereja,Bangsawan dan Raja.

2.4 Akibat Revolusi Bagi Negara Prancis
2.4.1 Dalam Bidang Politik:
ü  Konstitusi menjadi kekuasaan tertinggi
ü  Lahirnya konsep Negara Republik di Eropa
ü  Berkembangnya paham demokrasi modern
ü  Nasionalisme muncul
ü  Aksi revolusioner untuk menggulingkan absolutisme raja
2.4.2 Dalam Bidang Ekonomi:
ü  Petani dapat memiliki tanah
ü  Sistem pajak feodal dihapuskan
ü  Sistem monopoli dihapuskan
ü  Lahirnya industri besar sosial
ü  Penghapusan feodalisme secara bertahap
ü  Susunan masyrakat baru
ü  Pendidikan merata bagi setiap golongan
ü  Lahirnya Code Napoleon sebagai cikal bakal hukum modern


2.4.3 Akibat Bagi Dunia Internasional
2.4.3.1 Dalam Bidang Politik:
Ø  Tersebarnya paham Liberalisme
Ø  Meluasnya paham demokrasi
Ø  Meluasnya paham Nasionalisme
Ø  Berkembangnya gerakan Revolusioner
2.4.3.2 Dalam Bidang Ekonomi:
Ø  Industri timbul di Eropa
Ø  Perdagangan beralih dari daerah pantai menuju ke pedalaman
Ø  Inggris kehilangan pasar di Eropa karena Napoleon menjalankan stategi politik Kontinental
 2.4.3.3 Dalam Bidang Sosial:
Ø  Penghapusan feodalisme
Ø  Pendidikan secara merata
Ø  Pengakuan terhadap HAM





  
BAB 3. PENUTUP

3.1  Kesimpulan

1.      Revolusi Perancis adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 di mana golongan demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.
2.      Keadaan Eropa sebelum Revolusi Pada abad ke 17, Niccolo Macchiavelli dalam bukunya,Il Principe  meletakkan landasan-landasan monarki absolute yang kemudian mempengaruhi raja-raja di Eropa untuk membentuk kekuasaan yang mutlak. Buku Il Principe itu sendiri menjelaskan bahwa kekuasaan raja tak terbatas terhadap segala sesuatu yang mencakup negara, harta dan rakyat yang ada di wilayahnya kekuasaannya. Berikut keadaan kerajaan-kerajaan Eropa pada masa itu; Kaisar Frederick II (1740-1786) dari Prusia, Tsar Peter Yang Agung (1689-1727) dari Rusia, Raja Charles I (1625-1649) dari Inggris.
3.      Praktek Absolutisme di Prancis; Di mulai pada masa Cardinal Richeliu dari golongan gereja (1642-1643) yang menjadi Perdana Menteri pada masa Louis XIII (1610-1643), Dilanjutkan oleh Cardinal Mazarin (1643-1661), Metode perdagangan merkantilisme yang dipelopori oleh Jean Baptist Colbert  menjadikan Prancis makmur sehingga mampu membangun kekuatan militer yang kuat, Lalu pada masa Louis XIV dilakukan beberapa tindakan yang mengarah pada pembentukan Negara yang absolute.
4.      Penentang Absolutisme Tindakan raja,kaum bangsawan dan kaum gereja yang semena-mena membuat rakyat menderita sehingga menimbulkan pemikir-pemikir yang mempunyai gagasan yang menentang absolutisme.
5.      Sebab-sebab terjadinya Revolusi, Sebab Khusus; Dalam Perang Kemedekaan Amerika Serikat (1780), Pemborosan uang negara untuk mengadakan pesta-pesta mewah di Istana Versailles oleh Permaisuri Marie Antoinette sehingga ia sering dijuluki Madame Deficit. Sebab Umum;  Utang negara menumpuk sehingga untuk membayar utang tersebut,rakyat di bebani pajak yang sangat tinggi, Kerugian karena kalah dalam “Perang Tujuh Tahun” terhadap Inggris, Raja bertindak sewenang-wenang karena dapat melakukan penangkapan tanpa pengadilan terhadap siapa saja yang dicurigai, Rakyat wajib membayar tunjangan kepada Kaum Gereja, Bangsawan dan Raja.
6.      Dampak revolusi perancis sangat lah besar terutama dalmapak dibidang bidang politik, dalam bidang ekonomi dan yang terbesar dampak  bagi dunia internasional.





  

DAFTAR PUSTAKA

Badrika,I Wayan.Sejarah Nasional Umum Jilid 2 SMU,Erlangga,Jakarta,2003
Gayo,Iwan.Buku Pintar Seri Senior,Gramedia,Jakarta 2001
www.wikipedia.com

0 komentar:

Poskan Komentar